My Articles

De Groot Overstroming – Bencana Alam

Fenomena alam memang menjadi satu rahasia sang Maha Pencipta. Bumi pertiwi Indonesia tercinta ini menjadi bagian dari musibah bencana alam. Musibah Bencana Alam di Bumi Pertiwi Indonesia seperti bagian yang tidak dapat kita hindari. Tsunami yang datang persis sehari setelah hari Natal tahun 2004, belum setahun berlalu dari musibah tersebut di bulan April 2005 gempa bumi melanda kota Padang, belum lagi bencana alam yang mengguncang kepulauan Nias, lumpur panas yang menggenang dan membuat lautan kecil di daerah Timur Jawa, banjir melanda 60 persen Ibu kota tercinta. Sampai tahun 2007 ini bencana Alam seperti nggak mau menjauh dari ibu pertiwi.

Penderitaan, penyakit, trauma, salah menyalahkan, bahkan nyawa yang akhirnya dikorbankan karena bencana banjir yang membuat kepanikan dikala datang dan dilupakan ketika matahari mulai menyengat dengan teriknya. That’s human?? I don’t think so…

Banjir 2007 ini selain dari hujan yang turun begitu lebat, drainasi yang buruk juga menjadi benyebabnya. Sistem banjir kanal yang dipelopori oleh Gubernur Jendral Hindia-Belanda yang ke 43 tahun 1830 – 1834, Graaf Johannes van den Bosch dengan tujuan memberikan solusi, dan di tahun 2016, banjir kanal tersebut dikembangkan oleh gubernur yang menjabat saat itu.

Prof Dr Emil Salim berpendapat bahwa banyaknya penebangan yang tidak diimbangi dengan penanaman kembali. Penambangan yang tak diimbangi dengan pengelolaan tambang terbarukan, dan seterusnya. Dengan kata lain, pengolahan sumber daya alam di Indonesia dilakukan tanpa mempertimbangkan batas ambang kemampuan hidup sumber daya alam itu sendiri. Jadi, alam ini hidup, bukan barang mati. Sudah seharusnya kita menjaga batas ambang kehidupan mereka dengan menjaga renewal ability mereka. Jangan bunuh alam ini!!


Yang kita hanya tahu adalah Tuhan tidak pernah berhenti mencintai anak-anakNya, dan selalu memberikan cintaNya dengan berbagai cara…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copyright © 2017 Sari Widuri Website