My Articles

Legenda Dewa Narcissus

Istilah narsis begitu popular di banyak kalangan saat ini, tidak hanya ahli peristilahan tapi semua kalangan menggunakan istilah tersebut. Walaupun banyak juga orang yang setelah berjuta-juta kali menyebut istilah narsis, akhirnya bertanya juga sebenarnya dari mana istilah narsis tersebut.

Dalam buku Littlejohn istilah narcissism sebagai salah satu dari karakter dan perilaku seseorang. Karakter dan perilaku merupakan teori mengenai begaimana kita berkomunikasi dengan berperilaku dan memberikan situasi yang sangat tergantung dengan karakter yang dimiliki seseorang. Ada tiga karakter, yang pertama: Argumentativeness,  karakter dari seseorang yang suka menentang, kecenderungan untuk menawarkan topik yang berlawanan dalam sebuah percakapan, dan sangat mendukung pendapatnya sendiri, serta menyalahkan pendapat lawan bicaranyaKarakter yang kedua: Social and communication anxiety or communication anxiety, yang ini sifat seseorang yang selalu merasa gelisah dalam bersosialisasi dan disebut sebagai kekhawatiran komunikasi. Walaupun semua orang pernah mengalami sebuah ketakutan, bisa dibilang bahwa kekhawatiran dalam berkomunikasi ini merupakan sifat atau keadaan. Nah karakter yang ketiga: Narcissism atau self-love, sifat kecintaan pada diri sendiri dalam sebuah percakapan. 

Anita Vangelisti, Mark Knapp dan John Daly, menjelaskan bahwa kecenderungan untuk menonjolkan kelebihan yang ada pada diri sendiri, dengan suatu kebanggan yang ditunjukan kepada lawan bicara, hal ini biasanya terlihat secara non verbal dengan memamerkan perilaku yang dilebih-lebihkan. Walaupun para psikolog menpelajari bahwa biologi sebagai dasar dari perilaku manusia, dan sifat genetik yang berpengaruh, ada paradigma komunikasi biologikal, yang merupakan kekhawatiran komunikasi yang disebut dengan kegelisahan dari dalam diri seseorang, ini merupakan tipe dari karakter ketersinggungan karena kegelisahan dalam berkomunikasi terkadang disebabkan karena tolakan suatu rangsangan.

Narciss sendiri sebelum diteorikan, juga memiliki legenda tersendiri. Ceritanya berasal dari yunani, seorang Dewa yang bernama Narcissus, seorang dewa ini memiliki kepribadian yang sangat ekstrim, yang selalu mencari seseorang yang akan dipuja dan dicintainya, sampai akhirnya dengan kebiasaan sang Dewa bercermin ke air danau, akhirnya sang Dewa mengagumi dan semakin mengagumi bayangan yang ada di air yang tak lain adalah bayangan dirinya sendiri. Tragisnya akhir dari cerita ini adalah ketika Dewa Narcissus yang tampan selalu memandang ke air danau demi mengagumi ketampanannya sendiri tanpa sadar ajalnya juga musnah bersama tenggelamnya raganya di danau tersebut dan kemudian bersemilah bunga narcis. Semua dilakukannya secara berlebihan. Secara umum narsissme adalah tabiat yang bangga akan penampilan fisik mereka sendiri. Jika tabiat ini berlebihan dinamakan Narcissm Personality Disorder (NPD) yang menjurus kepada kelainan, dimana seseorang memiliki keinginan yang sangat kuat untuk dihargai, dipuja dan diagungkan. Kebanyakan narcissism biasanya memberikan kritikan terhadap penampilan orang lain dengan tujuan menampik kritikan terhadap mereka sendiri.

 

 The lake was silent for some time. Finally, it said: “I weep for Narcissus, but I never noticed that Narcissus was beautiful. I weep because, each time he knelt beside my banks, I could see, in the depths of his eyes, my own beauty reflected.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copyright © 2017 Sari Widuri Website