My Step

Matano Lake – Sorowako

Picture

Dari Sabang sampai Merauke, Berjajar pulau-pulau Sambung menyambung menjadi satu, Itulah Indonesia…

Semarang-Bali, Jakarta-Surabaya, Jakarta-Jogjakarta, adalah rute perjalan yang rutin dijalani. Hal tersebut menjadikan keinginan untuk bepergian semakin menjadi kegemaran baik untuk bekerja maupun untuk sekedar melepas kejenuhan di kota besar Jakarta , tempatku beraktivitas. Bali tetap menjadi favoritku untuk bepergian, walaupun Bukit Tinggi dan Brastagi juga merupakan sesuatu yang tidak bisa dilupakan, tempat yang begitu indah yang memberikan suasana petualangan tersendiri dalam hatiku. Keindahan alam selalu membuatku berdecak kagum.

Dua tahun berturut turut beruntung karena harus berkunjung sekaligus bekerja ke Sorowako, Sulawesi Selatan. Thanks to Bang Jannus INCO for the great tour of duty. Kali pertama aku berkunjung ke Sorowako, seorang rekan mengajakku untuk berenang di Danau Matano tersebut, konon katanya kalau seorang berenang di Belum satu tahun kami meninggalkan Sorowako, aku harus terbang lagi ke daerah itu kali ini bersama rombongan ibu-ibu INCO untuk sebuah kegiatan talkshow “Efektif di Kantor, Mesra di Rumah” yang diadakan oleh Ikatan Keluarga INCO.

Danau Matano, yang terletak di Sorowako, belumlah sepopuler danau lainnya di Indonesia, semisal Danau Toba di Sumatera Utara atau Danau Tempe di Kabupaten Wajo yang kerap muncul dalam perbincangan mengenai obyek wisata alam. Mungkin juga tidak semua orang tahu bahwa Danau Matano yang katanya tidak terlalu populer ini adalah danau yang terletak di Kabupaten Luwu Utara, Sulawesi Selatan dan merupakan danau terdalam di Asia Tenggara dan terdalam kedelapan di dunia? Keadaan alamnya yang unik bahkan membuat sejumlah ilmuwan menganggap danau ini layak diusulkan masuk daftar warisan dunia. Nama Matano sendiri berasal dari bahasa Dongi (Bahasa asli Sorowako) yang berarti mata air.Danau ini terbentuk dari ribuan mata air yang muncul akibat gerakantektonik, lipatan dan patahan kerak bumi yang terjadi di sekitar daerah litosfir, yang membutuhkan waktu lama untuk terisi oleh air dan membentuk danau sekitar empat juta tahun yang lalu. Di kawasan Sorowako sendiri sebenarnya juga ada dua danau lainnya, Danau Mahalona (dengan kedalaman 60 meter) dan Danau Towuti (dengan kedalaman 200 meter). Air yang mengalir dari Danau Matano dialirkan melalui sungai Larona ke Danau Mahalona kemudian ke Danau Towuti dan selanjutnya menuju muara melalui sungai Malili dan berakhir di Laut Bone.

Bagi masyarakat Sorowako umumnya, dan PT International Nickel Indonesia (INCO) khususnya, penambangan nikel terbesar dunia yang area pertambangannya meliputi Sorowako, danau Matano merupakan sumber energi dan penghidupan yang sangat vital, sehingga ketergantungan terhadap danau Matano ini sangat tinggi. Dengan panorama indah yang dikelilingi oleh pegunungan Verbec, Danau Matano menjadi tujuan wisata yang memikat hati. Sekelilling danau ini dihiasi pasir putih, gelombang air danau yang tenang. Yang membuat danau ini lebih istimewa lagi adalah airnya yang bening dan jernih hingga ke kedalaman 23 meter, yang sudah pasti sangat menggoda untuk berenang dan berlama-lama menikmati keindahan alam. Apalagi pak Capalang (kalau nggak salah) yang mengajak kami berenang, selalu mengajak ke gua yang katanya gua Tengkorak, karena di gua tersebutlah disimpan kepala tengkorak dari pemberontak di masa DI/TII (Darul Islam/Tentara Islam Indonesia) yang melarikan diri.


Apapun legenda yang tercipta dari danau Matano, tempat ini tetap merupakan Maha Karya Ilahi…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copyright © 2017 Sari Widuri Website