My Dreams

Fatamorgana

Picture

Sang Maha Karya tiup Aku dari ketinggian
Sebagai Mahluk yang penuh dengan keinginan…
Sang Ilahi penuhi aku dengan getaran jiwa
Getaran untuk mengejawantahkan tubuh dengan senyum dan tawa…
Angin ciptakan pelangi di palung hati
Bawa bayang yang selalu ada dalam mimpi
Biar kunikmati fatamorgana yang selalu bertahta di jiwa……

Puisi Mama

Picture

Ketika cahaya datang, kau lindungi ku dengan dekapmu
Kala gelisah melanda, kau segarkan ku dengan air kehidupan
Ratapan yang kuberi, menjadi senyum kebangganmu
Resah yang datang, jadikan siraman lembut tatapanFajar dengan embun yang lelap di atas daun…
Swarga tepat di atas cakrawala…
Senja secepat ini datang, mentari terbenam…
Kau tetap dengan kasih tak berbatas…Awan memberi hujan, akar memberi dahan
Angin memberi ombak, karang memberi riak
Bunga memberi warna, kilauan memberi cinta
Bunda memberi cinta….. tanpa memintaHanya doa yang bisa ku beri… hanya bakti yang membalas kasihmu.. Untukmu Mama yang memberi cinta dengan sederhana


Kejujuran

Picture

Langit tetap tersenyum walau petir telah membelahnya
Bebatuan itu tetap indah meski air telah mengikisnya
Matahari tak berhenti menyinari bumi walau hanya menunggu terbenamnya
Dan Malam selalu datang meski semua mahluk tak mempedulikannyaBagaikan Asap yang masih beterbangan diatas pembakaran
Menunggu abu pembakaran itu hilang tersapu angin…. berganti musim…..
Bagaikan Ranting kecil yang masih bersabar di antara daun-daun kering
Menunggu angin membawa daun kering berganti…..Menunggu waktu tanpa mengganti sebuah kejujuran…

Mengapa Perempuan Menangis?

Mengapa perempuan menangis……..? Menurut laki-laki semua wanita menangis tanpa alasan, tapi Tuhan berkata:

“Ketika Aku menciptakan seorang perempuan untuk menjadi seorang yang istimewa”

“Aku membuat bahunya cukup kuat untuk menopang dunia, namun harus cukup lembut untuk memberikan kenyamanan ”

Picture

“Aku memberinya kekerasan untuk membuatnya tetap tegar ketika orang-orang lain menyerah, dan mengasuh keluarganya dengan penderitaan dan kelelahan tanpa mengeluh”

“Aku memberinya kepekaan untuk mencintai anak- anaknya dalam setiap keadaan, bahkan ketika anaknya bersikap sangat menyakiti hatinya ”

“Aku memberinya kekuatan untuk mendukung suaminya dalam kegagalannya dan melengkapi dengan tulang rusuk suaminya untuk melindungi hatinya ”

“Aku memberinya kebijaksanaan untuk mengetahui bahwa seorang suami yang baik takkan pernah menyakiti isterinya, tetapi kadang menguji kekuatannya dan ketetapan hatinya untuk berada disisi suaminya tanpa ragu ”

“Kecantikan seorang wanita bukanlah dari pakaian yang dikenakannya, sosok yang ia tampilkan, atau bagaimana ia menyisir rambutnya”

“Kecantikan seorang wanita harus dilihat dari matanya, karena itulah pintu hatinya tempat dimana cinta itu ada”

“Dan akhirnya, Aku memberinya air mata untuk diteteskan. Ini adalah khusus miliknya untuk digunakan kapan pun ia butuhkan untuk melepas lelah beban kepedihan, kekerasan, kesepian, kepekaan, bahkan kebahagian dari sebuah cinta…………”


Rindu Seorang Sahabat 

Picture

Tembikar rindu dari untaian harap dan senyap yang kau temui, rumput ilalang yang hanya mengangguk diterpa angin lembah…

Tanyakan pada gemuruh angin yang kau temui, untuk siapa kesendirianmu? Carilah jawaban di dermaga yang berputar, untuk siapa rindumu?

Picture

Pecahan hati, belahan jiwa, tulang rusuk yang hilang. Satu rahasia yang tak pernah teryakini sampai kapanpun oleh setiap mahluk  ciptaanNya. Satu hal yang selalu menjadi alasan dari sebuah kejujuran yang mencari ketenangan.

Ketika bunga tulip berjajar di taman, carilah jawaban dari warna hatimu yang ada? Untuk siapa tulip hati yang selama ini dianugrahkan untuk Mu?

(Untuk seorang sahabat, Feni Fasta, dikala kerinduan yang tak terbendung di negeri yang kelilingi bendungan di tahun – 2005)

Copyright © 2017 Sari Widuri Website