My Articles

St. Valentine vs Cupid

Cinta selalu memberi inspirasi seseorang untuk banyak hal, jatuh cinta, patah cinta, pacaran, seneng, berbunga-bunga, kesal, terpuruk, ngelamun, berkhayal, terpesona, surat cinta dll yang ada di bumi ini, bisa dihubungkan dengan cinta.  Semua unsur yang ada di bumi ini, baik itu bisa dilihat, di raba, di rasa, di dengar semuanya dihubungkan dengan cinta. Ada lagu, puisi, buku, restoran, hotel, baju, warna, kalimat, mimik, komentar, semuanya dibuat karena cinta, katanya… Tapi kalau ada yang bilang “I love You” kita pasti tersipu-sipu. Yang kita tahu jika tanggal 14 Februari semua orang jadi ingin berdua, yang sendiri saja sampai memaksakan memiliki pasangan di hari tersebut, yang sudah punya pasangan ada yang dinner lah, kasih bunga lah, surprise lah, pake baju pink lah, padahal jelas-jelas nggak pantes pake baju warna itu. Semua karena cinta.

Valentine’s day, hari perayaan pesta nama Santo Valentinus. Pada zaman pemerintahan Raja Claudius, hidup seorang pendeta Romawi yang bernama Valentinus. Ia melawan perintah raja dan secara diam-diam menikahkan pasangan muda yang jatuh cinta. Pada akhirnya ia tertangkap dan dipenjarakan. Setelah kematiannya, Valentinus kemudian diangkat menjadi Santo. Meskipun banyak versi mengenai peristiwa ini, pada tahun 496 Paus Gelasius menetapkan hari Valentine sebagai hari untuk memperingati St Valentinus yang wafat pada 14 Februari 269 M.


Bicara cinta rasanya juga nggak komplit kalau melupakan Peri Cinta, Cupid. Cupid atau Dewa Cupido dalam mitos Romawi kuno, sangat terkenal sebagai simbol cinta bangsa Roma yang sebenarnya adalah peri cinta ini disebut juga sebagai Dewa Eros dalam mitologi Yunani, Cupid atau Dewa Cupido dalam legenda Yunani kuno, namanya Dewa Eros yang merupakan anak dari Dewa Ares dan Dewa Aphrodite atau Dewa Venus yang merupakan dewi cinta dalam mitos Yunani, peri cinta ini dikenal oleh masyarakat Yunani dan Romawi kuno di abad ketiga dan keempat sebelum Masehi. Dewa Cupid ini selalu digambarkan seperti bayi yang membawa busur dan anak panah asmara, jadilah cupido adalah peri cinta yang memberikan hadiah bagi para pria. Sering Dewa cupido ini digambarkan dengan mata tertutup, untuk menggambarkan bahwa cinta itu buta. Setiap manusia yang jatuh cinta memang jadi urusannya Wajahnya tulus seperti bayi. Tetapi sebenarnya Cupid tidak selalu dalam keadaan bayi. Setelah kelahiran adiknya, Anteros, dia digambarkan menjadi laki-laki yang tumbuh ke usia dewasa. Yang lebih mengherankan lagi adalah Dewa Cupid sang dewa asmara yang dalam bentuk malaikat kecil dalam keadaan bugil dan yang selalu membawa panah untuk memanah sepasang hati manusia untuk saling jatuh cinta ini merupakan lambang dari pasangan Haram! Karena Dewa Cupid itu sebenarnya adalah gambaran atau lambang ketika Nimrod masih kecil. Nimrod adalah seorang pemburu maka dari itu juga Cupid ini selalu membawa panah.

Pada masa hidupnya Nimrod adalah seorang pemuda yang di puja-puja oleh banyak kaum wanita yang membuat nafsu birahi mereka menjadi bangkit terbang melayang. Hal ini bukan hanya berlaku bagi perempuan-perempuan disekitarnya saja bahkan berlaku bagi Ibu kandungnya sendiri yang turut jadi tergila-gila oleh anaknya sendiri, sehingga akhirnya ia mengawini anak kandungnya sendiri. Oleh sebab itulah juga diberi sebutan nama Cupid yang berasal dari bahasa Latin cupere yang dalam bahasa Inggrisnya diterjemahkan sebagai Desire atau membangkitkan nafsu birahi. Jadi Cupid itu memanah bukannya untuk membuat orang menjadi saling jatuh cinta, melainkan untuk membuat nafsu birahi orang jadi bangkit. dan pada tanggal 15 Februari, Nimrod dan Ibunya mengakui kesalahan mereka, sebagai ibu dan anak, oleh sebab itulah juga bulan Februari itu berasal dari kata Februa yang berarti penyucian, dimana mereka akhirnya sadar bahwa azas kasih yang mereka lakukan itu tidak benar. Sesuatu yang patut dibanggakan dari dewa ini adalah: tak dapat berbuat ataupun membiarkan hal yang salah terjadi, tak pernah memaksa, semua pria melayani karena kemauan sendiri, pria yang disentuh oleh dewa ini tak akan berjalan dalam kegelapan. Filsuf Plato menggambarkan dewa Cupido dengan sebuah kalimat: “berdiam di hati para pria, tetapi tidak di semua hati, di mana ada hati yang keras, dia lari”

So, kalau valentine’s day itu tanggal 14 Feberuari untuk St. Valentinus, mungkin Cupid’s day itu tanggal 15 Februari untuk Dewa Cupido.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copyright © 2017 Sari Widuri Website