Corporate Social Responsibility (CSR) in Radio Station

Corporate Social Responsibility (CSR) yang saat ini menjadi bagian dari aktifitas korporasi, memang muncul dari kesadaran perusahaan dan menjadi sebuah cara komodifikasi yang cukup bergengsi, tapi yang jelas ketika CSR itu menjadi bagian dari visi perusahaan rasanya hal yang sangat positif menjadi dampak terbesar perkembangan sebuah negara. Semakin marak setiap orang membicarakan Corporate Responsibility Social, menjadi satu alasan untuk merenungkan mengenai responsibility social di sebuah media radio.

Corporate Social Responsibility (CSR) saat ini menjadi trend di berbagai negara, termasuk Indonesia. Konsep tanggungjawab sosial perusahaan (CSR) telah mulai dikenal sejak tahun 1970an. Menurut Jimmy Tanaya dalam The Business Watch Indonesia, CSR merupakan kumpulan kebijakan dan praktek yang berhubungan dengan stakeholder, nilai-nilai, pemenuhan ketentuan hukum, penghargaan masyarakat dan lingkungan, serta komitmen badan usaha untuk berkontribusi dalam pembangunan berkelanjutan. Namun CSR tidak bisa disederhanakan sebagai sekedar Community Development, CSR merupakan kegiatan yang berkesinambungan dan bukan hanya aksi karikatif yang dimaksudkan untuk menghindari tekanan dari pihak lain misalnya masyarakat ataupun sebagai alat PR untuk membentuk citra baik perusahaan.

Menurut Dr. David C. Korten penulis Buku laris berjudul When Corporations Rule the World. “….dunia bisnis, selama setengah abad terakhir, telah menjelma menjadi institusi paling berkuasa diatas planet ini. Institusi yang dominan di masyarakat manapun harus mengambil tanggung jawab untuk kepentingan bersama….setiap keputusan yang dibuat, setiap tindakan yang diambil haruslah dilihat dalam kerangka tanggung jawab tersebut… “ Apa yang ditandaskan Korten itu melukiskan betapa nyata tindakan yang diambil sebuah perusahaan dalam membawa dampak terhadap kualitas kehidupan manusia, terhadap individu, masyarakat dan seluruh kehidupan di Bumi ini. Fenomena ini kemudian bisa menjadikan wacana dan warna tanggung jawab sosial perusahaan atau Corporate Social Responsibility (CSR).

Kepedulian kepada masyarakat sekitar atau relasi komunitas dapat diartikan sangat luas, namun secara singkat dapat dimengerti sebagai peningkatan partisipasi dan posisi organisasi di dalam sebuah komunitas melalui berbagai upaya perhelatan bersama bagi organisasi dan komunitas. Kesadaran tentang pentingnya mempraktekan CSR ini menjadi trend global seiring dengan semakin maraknya kepedulian mengutamakan stakeholders. Media saat ini dapat dikatakan menjadi sebuah komoditas yang tak terlepas dari bisnis, dan oleh karenanya tanggung jawab terhadap kepentingan masyarakat banyak menjadi sebuah tujuan dari salah satu ‘jembatan’ yang di bangun oleh media.

Radio station merupakan salah satu media broadcasting yang secara langsung menerapkan CSR sebagai wujud penerapan prinsip agenda setting media, juga terkait untuk mendukung pencapaian tujuan positioning media radio, salah satu diantaranya peningkatan taraf pendidikan masyarakat melalui isi program yang secara tidak langsung melakukan tanggung jawab kepada masyarakat sosial, dengan konsentrasi informasi dan pelestarian kuantitas dan kualitas melalui content siaran.

Dalam radio yang bersegmentasi perempuan, hal ini menunjukan bahwa media radio perempuan sudah seharusnya melaksanakan tanggung jawab sosial terhadap perempuan. Selain itu fenomena yang terjadi pada perempuan sekarang menjadi perhatian penting dalam agenda setting media perempuan dengan sebuah good keeper yang sangat ketat. Bahwa masing-masing dari radio perempuan memiliki positioning yang berbeda secara detil. Dengan adanya good keeper yang cukup seimbang, diharapkan agar radio perempuan yang ada saat ini menjadi rujukan seorang perempuan menjadi memiliki posisi publik yang cukup baik, tanpa harus berselimut kapitalisme. Banyak sekali issue perempuan yang seharusnya diberikan melalui media radio selain produk yang menciptakan komsumerisme dalam jiwa perempuan.

Beberapa media radio perempuan memilih untuk menjadi mediator dalam kesetaraan perempuan Indonesia. Tidak lupa bahwa radio Jurnal Perempuan justru menjadi materi program yang sangat menyadarkan perempuan dalam berpola pikir dan berperilaku. Harapan yang selalu ada dalam hatiku adalah agar radio perempuan yang ada tidak terlalu sibuk untuk mempertahankan eksistensinya di tengah krisis diri sekarang ini. Radio perempuan di kota besar saat ini sudah bukan hanya sekedar menemani dengan suara yang mengalir, tetapi bagaimana informasi dan suara yang terdengar sesaat itu dapat enjadi soulmate yang tidak hanya pembicara yang cerdas, tetapi juga menjadi pendengar yang baik. Karena perempuan Indonesia bukan saja socialita, tetapi juga menjadi ratu di ranah publik. Tentunya ratu yang baik, bijaksana, cerdas, berprinsip dan memiliki hati nurani perempuan sejati.