PR Konvensional VS Digital PR

Dalam sebuah perusahaan peranan public relation (PR) sangatlah penting. Bukan hanya sekedar sebagai penyeimbang antara hubungan internal dan eksternal perusahaan tetapi juga bisa memberikan suatu solusi apabila terjadi suatu krisis dalam perusahaan.

Public relation bisa memberikan suatu jalan keluar atau solusi kepada pihak manajemen perusahaan untuk mengatasi suatu permasalahan atau sebagai problem saving. Kegitan public relation begitu banyak dalam sebuah kegiatan perusahaan, misalnya penulisan pers release, new letters, sampai dengan proses pemasaran.

Seiring dengan perkembangan jaman public relation (PR) juga mengalami perkembangan pula dalam hal ini terdapat ada dua jenis public relation, yaitu public relation dengan metode konvensional dan public relation dengan menerapkan kemajuan teknologi dalam kegiatannya yang lebih dikenal sebagai digital PR. Dalam hal ini  digital PR dan PR konvensional mempunyai perbedaan dalam penerapan dan media kerjanya tetapi bukan berarti keduanya tidak bisa dipadukan. Dalam kegiatannya  digital PR mengandalkan teknologi sebagai salah satu elemen penting dalam pekerjaannya dengan berbasis komputerisasi dan penggunaan internet demi ketepatan dan keefektifanpenggunaan waktu dalam menyelesaikan pekerjaannya. Sedangkan PR model konvensional masih menggunakan metode – metode klasik dalam menyelesaikan pekerjaannya. Kegiatan PR dalam model inimasih menggunakan metode dan pola – pola yang sederhana baik dalam kegiatan menulis press release samapai penyelesaian suatu kasus.

Dalam Public Relations model Konvensional, hal penting dalam penulisan naskah pr ini adalah bagaimana agar perkembangan dan perubahan yang terjadi di dalam organisasi atau perusahaan senantiasa terinformasikan kepada public dan Keahlian menulis lebih ditujukan untuk membujuk , merubah opini, prilaku, serta memotivasi. Faktor – faktor Pertimbangan Penulisan Naskah PR adalah tujuan penulisan dan obyektifitas

PR konvensional dalam menciptakan opini public melalui pesan koorporat tergantung pada perantara yaitu reporter atau wartawan, melalui digital PR,  pesan – pesan koorporat dapat langsung disamapaikan kepada target public, membangun digital brand images, membina hubungan baik dengan berbagai media, melalui media center online.

Digital PR dapat digunakan sebagai sarana komunikasi pasar global maupun mitra bisnis internasional dengan biaya yang sangat minim, dapat langsung memperoleh feedback dari publik serta dapat mengetahui secara langsung keinginan – keinginan mereka tanpa harus menebaknya atau melalui riset terlebih dahulu

Mendukung departemen pemasaran melalui 3R:

  • Relation dengan berbagai target audien,
  • Reputations melalui penggunaan teknologi modern,
  • Relevantion memberikan informasi yang relevan dengan keinginan target audiens.

Fokus utama e-PR adalah membidik media online; menyampaikan pesan koorporat elektronik secara mandiri atau menitipkan pada situs – situs lain (e-zine, Koran on line, portal umum). Penyebutan produk dan jasa institusi melalui artikel yang ada disitus web atau e-zine yang terkenal

Tak dapat dipungkiri, kehadiran Public Relation (PR) sangat membantu proses dalam memperoleh good will atau kesan positif dari masyarakat luas akan keberadaan sebuah perusahaan atau instansi yang dinaunginya baik negeri maupun swasta. Begitu sebaliknya perusahaan atau instansi tersebut nampaknya juga sangat membutuhkan keberadaan PR, sehingga tampak keduanya tak dapat dipisahkan dan saling berkaitan. Seperti yang kita ketahui bahwasanya peran PR pada prinsipnya menghubungkan atau sebagai media/jembatan antara perusahaan dengan publiknya. Selain itu, PR juga merupakan kegiatan komunikasi dua arah yang menunjang keberhasilan kebijakan dengan menjelaskan, menginformasikan atau mempromosikannya kepada publik sehingga tercipta saling pengertian dan etiket baik.

Akan tetapi perkembangan dunia PR di Indonesia hingga awal tahun 2003 kemarin masih belum menampakkan hasil yang menggembirakan. Pasalnya, hampir sebagian besar aktivitas/kegiatan PR masih dilakukan dengan menggunakan metode konvensional. Hasilnya, tak jarang ketika dalam melakukan peran, fungsi dan tujuannya, PR seringkali membutuhkan waktu yang relatif lama. Selain itu berbagai kebutuhan yang menunjang kegiatannya pun harus sudah dipersiapkan jauh sebelumnya. Dilihat dari segi waktu dan tenaga, tentu saja hal ini bisa dikatakan kurang efektif dan efisien. Sementara kebutuhan akses informasi juga seakan menuntut cepat. Melihat kondisi demikian, PR seakan dituntut untuk selalu dapat menerobos segala tantangan yang dihadapi dalam rangka mewujudkan impian perusahaan/instansi bersangkutan.Namun sekarang, seiring berjalannya waktu perkembangan di bidang ilmu pengetahuan dan teknologi (Iptek) juga semakin canggih. Tak jarang dari kemajuan Iptek yang ada, seringkali menawarkan solusi dengan memberi kemudahan akan setiap kesulitan yang dihadapi dalam melakukan aktivitas pekerjaan termasuk PR. Salah satunya media komputer yang dilengkapi dengan internet. Sayangnya, tingkat kesadaran masyarakat terhadap manfaat teknologi seperti internet sampai saat ini masih minim. Hal ini terbukti dari cukup banyaknya perusahaan yang memiliki informasi dan ditaruh di dalam situs webnya, namun terkubur dalam kuburan informasi supercepat di dunia maya Karena kurang atau tidak ada yang mengunjunginya. Untuk itu, sungguh sayang sekali apabila kemudahan dari fasilitas ini hanya dilewatkan begitu saja.